NAPAK TILAS ROMO VAN LITH yang melelahkan dan melelehkan

Rekoleksi Millitansi Romo Van Lith adalah salah satu kegiatan Kurikulum Pespika ( Pengembangan Spiritualitas Kampus ) kelas X SMA Van Lith di semester 2 yang  dilaksanakan pada Rabu sd  Jumat 17 – 19  April 2024. Bertujuan membekali para Vanlitsian dengan spiritualitas  Romo Van Lith , dengan goal akhir nantinya sebagai rasul-rasul awam di negeri tercinta ini .Nara sumber dari tim Pespika ,antara lain  Romo Fransiscus Yunarvian Dwi Putranto  Pr ( Romo Yuyun )  , Br . Agustinus  Giwal Santoso FIC., Bp. Antonios Wisnu Nugroho Spd. Suster Mariane selaku pamong aspi1 , Br. Hendrikus FIC pamong Aspa1 dan para wali kelas X. Tantangan terbesar dalam rekoleksi ini ketika para Vanlithsian diminta menuliskan Surat Kesanggupan yang berisi bersedia melanjutkan atau tidak di SMA Van Lith ini , dibubuhi meterei resmi dan tanda tangan masing-masing. Ketika mereka menyatakan sanggup melanjutkan dibentuk di SMA Van Lith , pada esok harinya Sabtu 20 April 2024  wajib mengikuti kegiatan NAPAK TILAS ROMO VAN LITH dengan rute start dari Kampus Van Lith pada pk. 06.00. Rute ini merupakan First Route atau rute pemanasan sebab masih melalui  jalan  datar dengan ditemani sinar mentari pagi nan cerah. Pk. 09.00  rombongan  beristirahat dan minum serta makan snak di gereja Borobudur. Panitia Napak Tilas yang dikomandani Pak Alexander  Wisnu dan Timnya jauh-jauh hari telah mempersiapkan semua dari observasi dan koordinasi dengan beberapa penduduk untuk titik-titik perhentian .

                Second Route merupakan rute inti dan terberat .Perjalanan dari gereja Borobudur menuju puncak Majak Singi dengan 9 tanjakan yang membuat napas nyaris putus bagi siapapun yang melaluinya . Meskipun disuguhi dengan pemandangan alam yang indah namun focus pada langkah kaki yang terseok-seok . Bahkan Hotel “Amanjiwo” yang indah dan megah ( Hotelnya para orang Bule ) pun nampak dari jalan tanjakan ini terlewat begitu saja . Perjalanan yang menguras tenaga, emosi dan memecah pikiran sampai menjatuhkan mental . namun sebagian besar para Vanlitsian mampu melaluinya dan pk. 13 .00 mereka semua sampai di Kapel Kerug yang terletak di Pegunungan Menoreh. Waktunya beristirahan dan makan siang untuk sejenak melepas lelah dan menurunkan napas  . Akhir perjalanan atau Third Route , merupakan rute pendinginan dari Kapel Kerug menuju Goa Maria Sendang Sono alur jalan menurun tajam , dan rasanya ada yang mendorong saat menurun bahkan anak-anak berlari karena kaki sulit di rem . Pk. 14.00 sampailah di Goa Maria Sendang Sono , setelah mempersiapkan diri dengan membersihkan badan dan berganti seragam drill para Vanlithsian bersiap menjalani prosesi Penerimaan PIN . Air Hujan yang seperti tertumpah dari langit mengiringi prosesi penerimaan PIN . Sebanyak 184 Vanlithsian yang menerima PIN dan 16 ditunda karena masih membutuhkan pembinaan lanjut . Itulah Perjalanan Napak Tilas yang melelahkan badan dan melelehkan perasaan  serta  prosesi penerimaan PIN yang  mengharu biru dengan tangisan haru dan bahagia . Selamat berjuang untuk Para Vanlithsian angkatan 33 . –  Nik –

 

Meta

100 views

Share

Pos Terkait

5 1 vote
Beri Nilai Pos
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments