SMA PANGUDI LUHUR VANLITH
SMA Pangudi Luhur Van Lith - Jl. Kartini No. 1 Muntilan 56411  Telp. 0293-587041 Fax. 0293-586090
Sabtu, 23 September 2017  - 5 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 



05.12.2016 09:16:19 316x dibaca.
BERITA
SMA PL VAN LITH berkiprah dalam Gelar Budaya se-Kevikepan Kedu

Pepatah Jawa mengatakan  “Nguripi lan nguri-uri budhoyo sarto adat istiadat poro Leluhur sejatine kanggo ngrabuk sukmo lan ngulur nyowo.” Artinya menghidupi dan melestarikan budaya dan adat istiadat para leluhur sebenarnya sarana untuk memupuk Jiwa dan memperpanjang usia .

            Peta Muntilan sebagai basis perkembangan Agama Kathoklik di Tanah Jawa, maka Museum Missi Muntilan ( M3) yang dikomandani oleh Romo Nugroho Tri Pr. Dan Paroki St. Antonius Muntilanj bekerja sama dengan Pemerintah daerah dan  Paroki-paroki se Kevikepan Kedu ( Temanggung, Magelang dan Wonosobo) menggelar acara “Gelar Budhaya dan Hasil Bumi” sekaligus memeriahkan hari Sumpah Pemuda dan HPS (Hari Pangan Se Dunia). Berbagai acara PIA, PIR, Ibu-ibu WK, hingga Jathilan dipusatkan di Lapangan Gereja dan Lapangan Pastoran (Pemda) . Puncak acara berlangsung pada hari Jumat-Minggu 21 s.d 23 Oktober 2016. Pameran hasil bumi, bibit tanaman, hasil tanaman pangan, dan produk olahan pangan dipamerkan di area Lapangan Pemda.  Jumat 21 Okt 2016, Bupati Magelang Bapak Zainal menyempatkan untuk membuka acara Gelar Budhaya dan Hasil Bumi sebagai tanda bahwa acara rakyat kali ini menjadi suatu moment kebersamaan antar warga.

            Pada Pagelaran Budaya  SMA Van Lith terlibat langsung memainkan Wayang orang dengan Kolaborasi Pementasan Ki Dhalang Br. Frans Sugi, FIC. , dengan lakon “Semar Nandur Bayu.” . Para pemain adalah para guru-guru Van Lith, dan beberapa siswi sebagai penari latar. Peran Punokawan adalah Br. Ag.Giwal Santoso, FIC .( semar), Pak Antang ( bagong), Pak Eko ( Petruk), Pak Galang ( Gareng) . Sedangkan para penguasa negeri antara lain Pak Kirjo ( Gathut Kotjo) , Pak Baluk ( bambang irawan ), dan Pak Wangsit ( Ontoredjo). Para penduduk negeri dimainkan oleh Suster dan guru-guru puteri yaitu Sr. Marianne CB. , Bu Susilowati, Bu Subiyanti, Bu Sisca dan  Bu Dessy. “Gayeng temen” , komentar beberapa penonton yang terdiri dari murid Van Lith, Guru/karyawan dan masyarakat umum. Kolaborasi antara wayang orang, wayang wahyu dengan iringan kelompok gamelan Mas Simon dari desa Keji , Kec Muntilan Magelang kali ini bermakna,  menyadarkan masyarakat supaya ada kemauan  melestarikan lingkungan hidup terutama tanaman berkayu agar kelestarian sumber air terjaga tidak untuk hari ini namun juga untuk hari esok.








^:^ : IP 54.162.181.75 : 2 ms   
SMA PANGUDI LUHUR VANLITH
 © 2017  http://vanlith-mtl.sch.id/