SMA PANGUDI LUHUR VANLITH
SMA Pangudi Luhur Van Lith - Jl. Kartini No. 1 Muntilan 56411  Telp. 0293-587041 Fax. 0293-586090
Kamis, 24 Mei 2018  - 6 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 



17.04.2018 12:27:32 235x dibaca.
BERITA
HOME STAY dan LIVE IN SMA PL VAN LITH

           SMA Pangudi Luhur Van Lith berasrama selain  melaksanakan Kurikulum Pendidikan Nasional , juga  menerapkan Kurikulum Pengembangan yang dikemas menjadi PESPIKA ( Pengembangan Spiritualitas Kampus ) , dengan koordinator Romo Nugroho Tri Pr. Kegiatan Pespika rutin diadakan baik secara mingguan ataupun tahunan antara lain Home Stay dan RKKS. Home Stay  adalah salah satu  kegiatan tahunan kelas X di tengah semester II , bersamaan dengan itu bagi kelas XI menjalani kegiatan RKKS ( Rekoleksi Kesadaran dan Keterlibatan Sosial ) yang sering dikenal dengan Live In . Home Stay dengan koordinator Bapak Ag. Sukirjo S.Pd, kali ini ditempatkan pada 2 wilayah yaitu Kerug berada di sekitar peg. Menoreh perbatasan Jawa Tengah dan Kulonprogo , dan wilayah Gorolangu Kulonprogo. Sebanyak 200 siswa-siswi terbagi di 2 tempat itu. Mereka tinggal bersama di rumah-rumah penduduk yang notabene hampir semua para petani tradisional .  

            Sedangkan RKKS bagi kelas XI dengan Pak Ign. Galang Ananta selaku koordinator, tersebar di 4 kota yaitu Magelang, Yogya, Semarang dan  Solo. Para peserta ditempatkan pada keluarga-keluarga Katholik dengan kelas ekonomi bawah. Semisal tukang tambal ban, pedagang bakso, penjual nasi, tukang bengkel, pembuat kain tenun, bahkan ada yang tukang penjual rongsok dll. Para Bruder, Suster dan Para guru turut terjun langsung mendampingi anak-anak dalam berproses di kegiatan ini.

            Deg-deg an , takut, cemas dan seribu rasa berkecamuk saat para peserta diberangkatkan pada Senin, 19 Maret 2018 .”Apakah aku bisa menyesuaikan kehidupan dikeluarga yang kutinggali?” Pertanyaan itu wajar sebab para murid kebanyakan berasal dari kota, bahkan beberapa anak tak pernah melihat langsung yang namanya sawah ataupun tempat-tempat yang becek . Lima hari mereka menjalani proses hidup bersama dengan keluarga di desa, dan para peserta merasakan ternyata masyarakat desa Kerug  amatlah terbuka . Pengalaman ngarit, mencari dedaunan di desa untuk dimasak, berkebun, membuat slondok makanan dari ketela untuk dijual, kerja bakti dan banyak lagi pengalaman yang seru bagi mereka. Saat refleksi pada hari keenam sesampainya di sekolah , keharuan di hati mereka turut merasakan beratnya hidup di desa. Kesederhanaan, keiklasan, saling berbagi dan bersyukur itulah sekelumit makna yang ingin ditanamkan dalam kegiatan ini . Demikian pun para siswa-siswi yang ber Live in, turut merasakan bagaimana beratnya bekerja fisik. Mengalami langsung di dalam  keluarga dengan beban ekonomi yang terbatas, menjalani dan terlibat langsung di dalam suka duka keluarga barunya. Pengalaman yang mengiris rasa, saat melihat bagaimana harus berbagi makanan untuk mengganjal perut agar mampu bekerja lagi. Setiap kegiatan  yang dialami anak-anak , akan diolah dan ditindak lanjut dalam Refleksi selama 1 hari.  Semoga sungguh hal ini mampu menumbuhkan rasa kepedulian anak-anak yang akan menjadi penerus negeri ini. Nik .








^:^ : IP 54.159.94.253 : 2 ms   
SMA PANGUDI LUHUR VANLITH
 © 2018  http://vanlith-mtl.sch.id/