SMA PANGUDI LUHUR VANLITH
SMA Pangudi Luhur Van Lith - Jl. Kartini No. 1 Muntilan 56411  Telp. 0293-587041 Fax. 0293-586090
Minggu, 23 April 2017  - 2 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 



01.10.2016 09:07:48 441x dibaca.
BERITA
ANUGERAH SATYALANCANA KEBUDAYAAN dari PRESIDEN JOKOWI dan MENTERI PENDIDIKAN KEBUDAYAAN kepada ROMO VAN LITH

“Bagai lilin yang tak lelah menyala , biarkan diri terbakar tiada guna.
Biarkan nyalanya terus bersinar sampai saatnya habis terbakar
Mengapa kehendakMU yang tak terlawankan, bagai mata pandang dalam kegelapan
Beri sepasang kaki kuat tuk melangkah, hati yang setia tak kenal lelah .

Aku bertanya kepadaMU mengapa kehendakMU bukan mauku . Ambillah ya Tuhan kebebasanku ,
sluruh milik kemerdekaanku. Jadikanlah aku pekerja di ladangmu kubawa persembahan untukMU”

Itulah lirik lagu “ Tak Lelah Bersinar “ sound track dari Film BETLEHEM VAN JAVA Sutradara
Rm. Murti Hadi Wijayanto SJ yang diproduksi SAV ( Studio Audio Visual ) Puskat Yogyakarta .
Film itu telah launching sejak tahun 2007. Di dalam Film tersebut mengisahkan bagaimana perjuangan
Romo Van Lith sejak menginjak bumi Indonesia hingga mendirikan sekolah guru bagi warga
pribumi sampai berjuang di akhir hayatnya . Maka bagi kalangan umat Katholik khususnya
warga Jawa Tengah / DIY nama Romo Van Lith tidak asing lagi. Beliau wafat tahun 1926 dan
disemayamkan di Kerkhof Romo Sanjoyo Muntilan. Makamnya tepat berada di depan gedung
SMA Pangudi Luhur Van Lith yang menjadi karya warisan beliau . Meski tak lagi berkiprah dengan
Sekolah Guru , namun Visi Misi Romo Van Lith menjadi landasan inspirasi kami para crew SMA Van Lith. 

“ANUGERAH SATYALANCANA KEBUDAYAAN dari PRESIDEN JOKOWI kepada ROMO VAN LITH”

Berita gembira ini disampaikan oleh Br. Agustinus Santoso , FIC selaku Kepala Sekolah SMA PL  Van Lith saat briefing pagi di ruang pendamping pertengahan bulan Agustus  2016 lalu di ruang pendamping (sebutan guru di SMA Van Lith ) . Hal yang unexpected and  very proud ( tidak terduga dan amatlah membanggakan ) . Kami yang tergabung dalam komunitas sekolah ini tentu merasa turut tersanjung , ikut ambil bagian dalam karya besar pendidikan warisan Romo Van Lith SJ, sekaligus meneruskan langkah perjuangan beliau di kancah pendidikan anak muda di jaman kini.

Penganugerahan SatyaLancana dari Presiden ini diadakan sejak tahun 2005. Ditujukan kepada WNI/WNA yang berjasa bagi kehidupan bangsa Indonesia di semua bidang / kategori . Ada 10 nama yang mendapat anugerah  SatyaLancana Kategori Kebudayaan   karena karya dan jasanya. Mereka adalah :

  1. Franciscus Georgius Josephus Van Lith ( Alm )
  2. K.H . Hasan Basri ( Alm )
  3. Suparto Brata ( Alm )
  4. Soekarno M. Noor ( Alm )
  5. Aminah Cendrakasih
  6. Agustinus Kasim Achmad
  7. Slamet Abdul Sjukur
  8. Lauw Ping Nio alias  Nyoya Meneer ( Alm )
  9. Kartono Yudhokusumo
  10. Munasiah Nadjamuddin

Penganugerahan tersebut tak lepas dari Tim Penilai Kategori Kebudayaan antara lain : Edy Sedyawati (Budayawan, Akademisi), Wagiono Sunarto (Rektor IKJ ), Azyumardi Azra (Budayawan, Akademisi), Romo Mudji Sutrisno SJ. Budayawan, Akademisi ), Mukhlis Paeni (Sejarawan). Terpilihnya Romo Mudji Sutrisno tentu turut ambil bagian  dalam penentuan anugerah ini. Namun lepas dari semua itu, apa yang terjadi saat ini adalah Rencana Tuhan yang sungguh indah. Tuhan telah menata sedemikian apiknya kepada karya besar yang sungguh bertujuan untuk kehidupan rakyat yang lebih baik.

Dalam surat resmi penganugerahan tersebut tertulis bahwa Romo Van Lith berjasa di bidang Kebudayaan dengan diskripsi : “Merintis pendidikan sekolah berasrama dengan kombinasi nilai-nilai  budaya Indonesia khususnya Jawa yang memiliki pengaruh besar pada keberimanan 100% Indonesia dan 100% Katholik.”

          Penerimaan Anugrah SatyaLancana itu berlangsung pada hari Jumat 23 September 2016 bertempat di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marjuki, Jl. Cikini raya Jakarta Pusat. Konggregasi Serikat Jesus (SJ) yang menjadi Komunitas asal Romo Van Lith diwakili oleh Romo Budi Subanar SJ. Dan Kongregasi para Bruder FIC diwakili oleh Br. Agustinus Giwal Santoso , FIC selaku Kepala Sekolah SMA Van Lith . Sesampai di panggung kehormatan, ternyata Alm. Romo Van Lith SJ. mendapat 2 bintang / anugerah sekaligus yaitu dari Presiden dan sekaligus dari Menteri Pendidikan Kebudayaan Indonesia.

            Banyak murid-murid didikan Romo Van Lith menyebar di seantero Indonesia untuk  ikut 
“Njembarake Kraton Dalem Gusti
“ (melebarkan kerajaan Allah ) , seperti yang selalu dipesankan
Romo van Lith kepada para murid. Meskipun beliau orang Belanda , namun semangatnya untuk
ajer ajur
(membaur) dengan masyarakat Jawa sampai kemudian  mahir berbahasa Jawa dan senang
dengan budaya Jawa khususnya wayang kulit. Bahkan beberapa muridnya sering kita dengar
dalam pelajaran sejarah karena mereka dinyataan sebagai  Pahlawan Nasional . Ke 4 Pahlawan murid
Romo Van Lith itu adalah  :
a.  Yosaphat Soedarso (1925-1962). Ia gugur di Laut Aru, 13 Januari 1962, bersama pasukannya di KRI 
Macan Tutul dalam Perang Trikora untuk pembebasan Irian Barat, demi menyelamatkan dua kapal
perang Indonesia lainnya, KRI Harimau dan KRI Macan Kumbang, yang tersergap gempuran militer Belanda.
b. Mgr. Albertus Magnus Soegijapranoto SJ dikenal dengan Romo Soegio (1896-1963), pribumi pertama 
Indonesia yang pada 6 November 1940 ditahbiskan sebagai Uskup untuk Vikaris Apostolik Semarang.
Pernyataan Soegijapranoto yang hingga saat ini kiranya membumi dalam kalbu  umat Katolik Indonesia
adalah "Menjadi 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia".
c.  Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono (1900-1986), seorang pelopor kemerdekaan Indonesia juga 
pernah bersentuhan dengan sekolah Van Lith. Ia terjun dalam dunia politik antara lain sebagai anggota
 Volksraad (1931-1942), pendiri Partai Katolik kala itu, dan menduduki jabatan beberapa menteri,
kala Indonesia merdeka.
d. Cornel Simanjuntak (1921-1946). Selain seorang  militer pada Perang Kemerdekaan, ia juga pencipta 
lagu bernafaskan kepahlawanan dan cinta tanah air seperti  "Maju Tak Gentar", "Tanah Tumpah Darah",
"Teguh Kukuh Berlapis Baja", "Indonesia Tetap Merdeka", dan "Pada Pahlawan".

Sungguh menjadi tantangan besar kami yang tengah berjuang di SMA Van Lith untuk senantiasa mempertahankan dan meneruskan semangat dan Roh Romo Van Lith. Dari Van Lith untuk Indonesia , itulah yang akan kami wujudkan untuk Indonesia yang lebih baik melalui apa yang kami perjuangkan di Sekolah tercinta ini.  “Romo Van Lith …Doakanlah kami.”    - Nik -

 

 








^:^ : IP 54.198.187.30 : 2 ms   
SMA PANGUDI LUHUR VANLITH
 © 2017  http://vanlith-mtl.sch.id/